Widget edited by Blog Mas Hanif

ABOUT

Kenapa Blog saya ini saya kasih judul  ?

REVOLUSI HIJAU UNTUK KITA DAN DUNIA KE DUA

Kenapa Blog saya ini saya kasih judul begini?

 

Nah itulah teman- teman , saya hanya ingin berbagi kenyamanan dalam cerita di kehidupan saya,  mau ngapapaen lagi coba kalo kita pas blogging dan  'ngga berbagi pikiran" dan kenapa harus Revolusi ?

  1. Sebenarnya revolusi itu tidak harus sesuatu yang berdampak besar dan digerakkan dengan massa yang besar pula, konsep rovolusi bagi saya , seberapa kita berusaha untuk sebuah 'perubahan untuk diri kita sendiri  dari kecil hingga semua itu bermanfaat bagi sesama, kata orang  'mungkin skala prioritas ini terlalu berani dan sangat kecil' begitu bukan kawan kawan?  hadeu... sudahlah kawan  dan tinggalkan dogma dogma yang sudah terlampaui tanggal expirednya yang hanya membuat kita takut untuk cepat bertindak dan berpikir kedepan. saatnya kita membenahi diri mengenal yang ada di dalam diri kita dan yang ada di sekitar kita. itu lebih profit ketimbang kita mengharap 'menjadi' sesuatu yang masih dipertanyakan.

  2. Yang kedua kenapa juga harus hijau..??hadew ini saya mau nge-blog atau mau ngamen di prapatan lampu hijau nih  , wkwkwk :p  jangan berpikir blog yang saya buat ini, seperti  layaknya traffic light ya teman teman hehhe, tetapi terserah masing masing asumsi juga sih. cuma saya tegaskan ini judul memang ber-makna dan bukan  hijau seperti lampu traffic light huuahhaha.... 

    Sedikit bercanda lepas supaya ada santainya , menjaga pikiran tetap stay-relaxs bukan begitu beroo.  ;) 

    yuk a.. kembali ketopik kenapa hijau, sebelumnya terimakasih kepada sang - Pencipta untuk memberikan anugrah ke mata saya untuk dapat melihat warna hijau dan mengerti apakah itu  warna hijauuu  dan apakah itu kotoran kerbauu :D hahhah.  Dalam pemikiran simbolik saya warna hijau itu salah satu warna yang bernuansa harmonis di mana kita bisa melihat dengan sejuk, dimana kita bisa merasakan udara yang bersahabat dengan background alam raya yang masih hijau ,sebebas menghirup udara yang segar. yang gratis di berikan kepada kita oksigen dan ngga mbayar se-peser pun  untk menikmatinya., so  perlu adanya kita selalu bersyukur untuk itu. karena sayapun merasa masih sering melupakannya akan zat yang sangat dekat dengan kita itu. dan terus belajar untuk menjaga dan mempelajarinya dengan kasih sayang. haloh? pacaran sama oksigen yah!   gak normal dong?? eh siapa bilang ' hahhahha . saya hanya ingin merayu yang setiap hari ada di dekat saya dan membuat saya masih bisa  bertahan untuk hidup .. so sweeet :* 

    itulah kenapa REVOLUSI dengan memperbaiki sikap diri dari hal yang sekecil mungkin yang kita kembangkan  untuk kepentingan bersama  dan itulah kenapa HIJAU sesuatu yang benar benar harmonis  nyata menyegarkan yang ada di dalam diri kita , mengalir di dalam diri kita  dan disekitar kita  dimana sangat berperan penting untuk kita.

    [omg]...sepertinya ada kata - kata  yang  terlewatkan teman - teman ?? ow god.. Anyway

    DUNIA KE DUA itu tempat apaan sich ?hohohoho... yang pasti itu bukan tempat prostitusi,pasar , bukan taman bunga , kebun binatang,  ataupun alam  gaib teman teman  0.o , whuahahhahaa  

    Ok teman - teman kita saambil ngopi dilu yang doyan koffe :) sebenarnya dulu  Istilah-istilah subyektif Dunia Pertama, Dunia Kedua, dan Dunia Ketiga, dapat dipergunakan untuk membagi negara-negara di muka bumi ke dalam tiga kategori yang luas.

      

  3. Dunia Ketiga adalah istilah yang pertama kali diciptakan pada 1952 oleh seorang demografer Perancis ( Alfred Sauvy ) untuk membedakan negara-negara yang tidak bersekutu dengan Blok Barat ataupun Blok Soviet pada masa Perang Dingin. Namun sekarang ini istilah ini sering dipergunakan untuk merujuk negara-negara yang mempunyai Indeks Pengembangan Manusia PBB (IPM), terlepas dari status politik mereka (artinya begini bahwa Republik Rakyat Cina, Rusia dan Brasil, yang semuanya saling bersekutu dengan erat selama Perang Dingin, seringkali disebut Dunia Ketiga). Namun, tidak ada definisi yang obyektif tentang Dunia Ketiga atau "negara Dunia Ketiga" dan penggunaan istilahnya tetap lazim. Pada umumnya, negara-negara Dunia Ketiga bukanlah negara-negara industri atau yang maju dari segi teknologi seperti negara-negara OECD, dan karena itu di lingkungan akademis digunakanlah istilah yang lebih tepat secara politis, yaitu "negara berkembang". Istilah-istilah seperti Selatan yang Global, negara-negara yang kurang makmur, negara berkembang, negara yang paling kurang maju dan Dunia Mayoritas telah semakin populer di kalangan-kalangan yang menganggap istilah "Dunia Ketiga" mengandung konotasi yang menghina atau ketinggalan zaman. Para aktivis pembangunan juga menyebutnya Dua Pertiga Dunia (karena dua pertiga dunia tertinggal di dalam pembangunan)
    Istilah Dunia Ketiga juga tidak disukai karena istilah ini menyiratkan pengertian yang keliru bahwa negara-negara tersebut bukanlah bagian dari sistem ekonomi global. Sebagian orang mengklaim bahwa ketertinggalan Afrika, Asia dan Amerika Latin pada masa Perang Dingin dipengaruhi, atau bahkan disebabkan oleh manuver-manuver ekonomi, politik, dan militer pada masa Perang Dingin yang dilakukan oleh negara-negara yang paling kuat saat itulah.  Istilah Dunia Keempat ( yaitu yang merujuk kepada negara-negara yang paling kurang maju) digunakan oleh sejumlah penulis untuk menggambarkan negara-negara Dunia Ketiga yang termiskin, yakni mereka yang tidak memiliki infrastruktur industri dan sarana untuk membangunnya. Namun yang lebih lazim lagi istilah ini digunakan untuk menggambarkan  penduduk pribumi atau kelompok-kelompok minoritas tertindas lainnya di lingkungan negara-negara Dunia Pertama. dengan itu sebagian orang di lingkungan akademis para petani dan kalangan masyarakat awam  menganggap istilah ini sudah kuno, kolonialis, diskriminatif dan tidak akurat. Namun ternyata istilah ini tetap dipergunakan.  nah dari diskriminatifnya dunia tentang suatu problem yang kita hadapi ahkrnya nama DUNIA KE DUA saya unjukkan kedalam judul ini. dimana kita yang sebagian telah terdiskriminasi oleh para pemilik dunia, para pengklaim penguasa dunia, dimana mereka rawan menyabotase suatu pola system unutuk mengontrol pola perkembangan hidup kita selama kita hidup dan dari berbagai lini. ini menuntut sikap kita dan memaksa untuk kita  bagaimana berbuat apa .maka  dunia sebenarnya  tidak mengenal otoritatif semacam itu teman - teman kita mempunyai daya imagenasi, pola pikir , yang masih murni untuk menuntun dan mengontrol hidup kita.  

    maka dari inilah kenapa DUNIA KEDUA kita tidak kita gunakan, itulah kenapa REVOLUSI dengan memperbaiki sikap diri dari hal yang sekecil mungkin yang kita kembangkan  untuk kepentingan bersama  dan itulah kenapa HIJAU sesuatu yang benar benar harmonis  nyata menyegarkan yang ada di dalam diri kita , mengalir di dalam diri kita  dan disekitar kita  dimana sangat berperan penting untuk kita. untuk mengendalikan apa yang harus kita perbuat dan kita lakukan.

    Begitulah sedikit   perkenalan saya yang mungkin akan berguna bagi  teman teman

    Ok a rasa ini sudah jam nya saya mandi dan sampai jumpa di lain post . terimakasih :) 

 

 

 

Comments
0 Comments