Bahaya Sampah Plastik [ GO GREEN PROJECT ]
[ screenshot gambar ini diambil di sekitar sungai di jakarta tepatnya dimana sumber belum jelas]
istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau
semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan
polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa
atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik
dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari
fakta bahwa banyak dari mereka "malleable", memiliki properti
keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam
properti yang dapat menoleransi panas, keras, "reliency" dan lain-lain.
Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan
beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh
bidang industri.
Pellet atau bijih plastik yang siap diproses lebih lanjut (injection molding, ekstrusi, dll)
[ screenshot gambar ini diambil di sekitar sungai ciliwung jakarta tepatnya dimana sumber belum jelas Jumat, 26 Agustus 2011 ]
plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang
deformasi atau gagal karena shear stress, lihat keplastikan (fisika) dan
ductile.
Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum
dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride},
polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.). Klasifikasi lainnya
juga umum.
Plastik adalah polimer; rantai panjang atom mengikat satu sama lain.
Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer".
Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen,
nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat
komersial juga berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari
rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan.
Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan "bergantung"
dari tulang-belakang (biasanya "digantung" sebagai bagian dari monomer
sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer).
Pengesetan ini oleh grup "pendant" telah membuat plastik menjadi bagian
tak terpisahkan di kehidupan abad 21 dengan memperbaiki properti dari
polimer tersebut.
Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti:
Permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi
secara kimia (seperti: Karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke
molekul buatan-manusia (seperti: Epoxy, polyvinyl chloride,
polyethylene). (sumber :wikipedia)
Masalah
tidak seperti bahan-bahan alam lainnya, plastik bersifat
non-biodegradable. Berdasarkan informasi, 30% volume sampah di amerika
serikat terdiri dari plastik. Bagaimana di negara kita, indonesia?
Umumnya sampah plastik ditangani dengan cara dikubur atau dibakar dalam
incinerator. Namun, kedua cara tersebut belum menyelesaikan masalah.
Plastik yang dikubur tidak akan membusuk sementara lahan tempat mengubur
plastik semakin sulit. Pembakaran plastik akan menyebabkan polusi.
Misalnya, pembakaran pvc menghasilkan gas hidrogen klorida (hcl) atau
gas klorin (cl2)
Cara menangani
a. Daur ulang
Plastik termoplas dapat dibentuk ulang melalui pemanasan. Dapat juga
didepolimerisasi sehingga diperoleh kembali monomernya. Akan tetapi,
sulit sekali memilah sampah plastik menurut jenisnya. Sampah plastik
seringkali merupakan campuran dari berbagai jenis. Dengan demikian juga
mengandung plasticiser, pigmen warna, dan campuran bahan lainnya.
Akibatnya, hasil daur ulangnya paling merupakan plastik dengan mutu yang
lebih rendah dan kurang nilai ekonomisnya.
Di negara maju yang penduduknya sadar lingkungan, produsen mencantumkan
kode yang menyatakan jenis plastik. Lalu di tempat*tempat umum
disediakan tempat sampah dengan berbagai kode, sehingga masyarakat dapat
membuang sampah plastik menurut jenisnya. Dapatkah Anda mengelompokkan
bahan-bahan plastik yang telah Anda pakai berdasarkan jenis plastik?
b. Membuat plastik yang biodegradable
Dengan membuat plastik yang biodegradable, maka plastik akan hancur dalam beberapa tahun.
c. Pirolisis
Apabila plastik dipanaskan hingga 7000C tanpa udara, maka molekul
plastik akan terurai membentuk molekul-molekul sederhana. Campuran
plastik yang biasa, seperti politena, polipropilena atau polistirena,
ketika dipirolisis akan menghasilkan hidrokarbon sederhana serti etena
atau propena atau benzena. Senyawa tersebut dapat dipisahkan melalui
destilasi bertingkat. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk membuat
berbagai bahan kimia termasuk plastik. Untuk sekarang ini, pirolisis
dinilai tidak ekonomis, karena masih tersedia bahan baku yang lebih
murah, yaitu dari minyak bumi dan gas alam.

