Lebah Punah Pangan Dunia Terancam :
Jika lebah menghilang dari permukaan bumi maka manusia punya waktu sekitar 4 tahun untuk hidup setelah lebah "kepunahan"
Lebah madu mencakup sekitar tujuh spesies lebah dalam genus Apis, dari sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang dari malam, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu.
Lebah madu yang ada di alam Indonesia adalah A. andreniformis, A. cerana dan A. dorsata, serta khusus di Kalimantan terdapat A. koschevnikovi.
Hampir sepertiga hasil pertanian dunia bergantung pada penyerbukan
hewan, sebagian besar berada di tangan lebah madu. Makanan tersebut
menyediakan materi mineral, vitamin dan anti oksidan bagi tubuh.
Karenanya, jika jumlah lebah menurun drastis, ketahanan makanan ikut
terguncang. Fenomena itu dikabarkan akibat parasit atau virus,
penggunaan pestisida yang berlebihan sehingga mengganggu sistem saraf
lebah muda serta pengurangan habitat besar-besaran.
Krisis lebah dipandang sebagai keprihatinan serius, termasuk dalam
pandangan PBB. Pemberi pinjaman agribisnis Rabobank mengatakan jumlah
koloni lebah AS telah gagal bertahan hidup selama musim dingin.
Kewaspadaan yang sama juga muncul di Eropa, Amerika Latin dan Asia.
Ilmuwan Albert Einstein pernah mengatakan ungkapan yang membuat
masyarakat terhenyak. “Jika lebah menghilang dari permukan bumi, manusia
hanya punya kesempatan hidup selama empat tahun.” Seperti skenario
kiamat yang berlebihan, ungkap pihak Rabobank.
Tumbuhan jagung, gandum dan padi memang diserbuki angin. Namun
penyerbukan hewan sangat penting bagi kacang-kacangan, melon, jeruk,
apel, bawang, brokoli, kubis, kecambah, paprika, terong, alpukat,
mentimun, kelapa, tomat dan kakao. Tumbuhan tersebut merupakan produk
yang paling berharga bagi ekonomi global.
Lebah yang terancam punah sudah mencapai titik berbahaya, keluar dari
jalur keteraturan. Bahkan, Amerika Serikat mengklaim keadaan ini sangat
ekstrim dibandingkan 1961.
“Petani mulai mengatur produksi panen dengan sedikit koloni lebah.
Memang belum ada bukti dampaknya di bidang pertanian namun kita belum
tahu soal masa depan yang mengkhawatirkan,” tulis laporan Rabobank.
Rabobank mengatakan koloni lebah AS diperparah dengan masuknya madu Asia
yang melemahkan industri Amerika Serikat sendiri. Apalagi, pasokan
murah ini semakin gencar sejak 1990.
China juga mengalami masalah yang sama. Pestisida yang digunakan di
kebun pir sudah menyapu bersih lebah di kawasan Sichuan pada 1980.
Karenanya, petani saat ini menggunakan sistem penyerbukan manual dengan
tangan. Sangat menyulitkan mengingat satu koloni lebah bisa menyerbuki
bunga hingga 300 meter per hari.
Jerman, Prancis dan Italia telah melarang beberapa pestisida terutama
neonicotinoids (semacam tembakau) yang membahayakan keberadaan lebah.
Asosiasi Peternak Lebah Inggris menyerukan ulasan aturan pembatasan
pestisida karena khawatir negara tersebut benar-benar kehilangan lebah
dalam satu dekade terakhir.
Kementerian Pertanian Amerika Serikat via Laboratorium Penelitian Lebah
menemukan bukti pestisida dalam jumlah minimum mampu mengurangi
kemampuan lebah melawan patogen jamur.
Dokumen Badan Perlindungan Lingkungan Inggris yang sempat bocor di
internet menyebutkan clothianidin yang digunakan pada biji jagung sangat
beracun karena menimbulkan risiko jangka panjang bagi lebah.
Menurut catatan Rabobank, masyarakat dunia harus memaksa perusahaan
makanan dan pupuk menemukan cara meningkatkan hasil panen tanpa
membahayakan lebah. Apalagi, 70 juta konsumen membutuhkan materi
pertanian setiap tahun.
Jumlah ini terus bertambah sejalan revolusi makanan Asia, kelangkaan air
di China dan India serta kebutuhan besar-besaran gandum di Amerika
Serikat, Argentina dan Uni Eropa karena materi ini juga dimanfaatkan
untuk bahan bakar mobil. Einstein tidak selalu salah.
Sumber
